Untuk seseorang yang mengaku suka
menulis, saya terbilang tidak produktif. Kalau tidak percaya, cek saja
konsistensi catatan saya di blog. Jarak antara dua catatan terakhir saya diblog
ini berdurasi dua bulan, dan antara catatan kedua dengan ketiga, berjarak tidak
Kalaupun sebulan terakhir saya
tampak rajin menulis, itu akibat sebuah taruhan dengan rekan-rekan kerja di
Remotivi. Jika tidak ingin seratus ribu rupiah melayang, maka setiap dari kami
harus menulis dua minggu sekali. Tulisan ini pun lahir dari “akad” itu. Sial memang,
rasanya seperti dipaksa terus makan meski sudah kenyang.